Rekor! Asing Pegang Rp 1.062 T, Reli Obligasi RI Berlanjut

Data Refinitiv menunjukkan menguatnya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menurunkan tingkat imbal hasilnya (yield). Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield yang menjadi acuan hasil investasi yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. Keempat seri yang menjadi acuan pasar adalah FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun. Seri acuan yang paling menguat adalah FR0078 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 3,5 basis poin (bps) menjadi 6,94%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.
Yield Obligasi Negara Acuan 6 Nov'19
Seri |
Jatuh tempo |
Yield 5 Nov'19 (%) |
Yield 6 Nov'19 (%) |
Selisih (basis poin) |
Yield wajar IBPA 5 Nov'19 (%) |
FR0077 |
5 tahun |
6.43 |
6.398 |
-3.20 |
6.3829 |
FR0078 |
10 tahun |
6.977 |
6.942 |
-3.50 |
6.9396 |
FR0068 |
15 tahun |
7.474 |
7.444 |
-3.00 |
7.442 |
FR0079 |
20 tahun |
7.686 |
7.661 |
-2.50 |
7.6518 |
Sumber: Refinitiv
Penguatan SBN hari ini juga membuat selisih (spread) yield obligasi rupiah pemerintah tenor 10 tahun dengan yield surat utang pemerintah AS (US Treasury) tenor serupa mencapai 508 bps, menyempit dari posisi kemarin 511 bps. Yield US Treasury 10 tahun turun 1,2 bps hingga 1,85% dari posisi kemarin 1,86%.
Spread yang menipis tetap diiringi oleh aksi beli yang deras di pasar SUN serta dana asing yang masih terus membanjiri pasar mencerminkan investor global yang masih masuk ke pasar meskipun sisi menariknya dari obligasi rupiah pemerintah yaitu selisih yield dengan yield US Treasury menipis. Padahal, lumrahnya, investor baru memburu SUN ketika spread kedua instrumen utang itu melebar.
Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.062 triliun SBN, atau 39,18% dari total beredar Rp 2.711 triliun berdasarkan data per 4 November. Level tersebut merupakan rekor baru tertinggi yang menghapus rekor sebelumnya pada akhir pekan lalu.
Angka kepemilikannya masih positif Rp 168,94 triliun dibanding posisi akhir Desember Rp 893,25 triliun, sehingga persentasenya masih naik dari 37,71% pada periode yang sama. Sejak akhir pekan lalu, investor asing tercatat masuk ke pasar SUN senilai Rp 1,83 triliun, sedangkan sejak awal bulan masih surplus Rp 3,72 triliun.
Dari pasar surat utang negara berkembang dan negara maju, mayoritas mengalami koreksi harga sehingga yield mayoritas obligasi negara naik.
Hal tersebut mencerminkan investor global sedang menghindari obligasi pemerintah karena sedang dibekap sentimen positif terkait dengan sifat instrumen utang yang dinilai lebih aman dibanding pasar ekuitas.
Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang
Negara |
Yield 5 Nov'19 (%) |
Yield 6 Nov'19 (%) |
Selisih (basis poin) |
Brasil |
6.385 |
6.43 |
4.50 |
China |
3.283 |
3.29 |
0.70 |
Jerman |
-0.318 |
-0.309 |
0.90 |
Prancis |
-0.024 |
-0.015 |
0.90 |
Inggris |
0.777 |
0.775 |
-0.20 |
India |
6.514 |
6.503 |
-1.10 |
Jepang |
-0.134 |
-0.073 |
6.10 |
Malaysia |
3.419 |
3.453 |
3.40 |
Filipina |
4.508 |
4.52 |
1.20 |
Rusia |
6.35 |
6.39 |
4.00 |
Singapura |
1.75 |
1.747 |
-0.30 |
Thailand |
1.62 |
1.63 |
1.00 |
Amerika Serikat |
1.865 |
1.853 |
-1.20 |
Afrika Selatan |
8.395 |
8.385 |
-1.00 |
Sumber: Refinitiv
TIM RISET CNBC INDONESIA
(irv/irv)Halaman Selanjutnya >>>>
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Rekor! Asing Pegang Rp 1.062 T, Reli Obligasi RI Berlanjut"
Post a Comment