Jokowi Minta Bunga Kredit turun, Hal Ini akan Dialami Bank RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank BUMN diprediksi akan mendapatkan tekanan lebih besar untuk menurunkan suku bunga kreditnya dibanding bank swasta, menanggapi permintaan penurunan bunga oleh Presiden Joko Widodo kepada perbankan."Kami menilai mayoritas tekanan akan menimpa bank-bank BUMN, dibanding bank swasta," ujar Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Lee Young Jun, dalam risetnya (7/11/19).
Lebih lanjut, dia membenarkan keluhan Jokowi terhadap perbankan, di mana belum ada bank besar yang menurunkan suku bunga kreditnya setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan 7DRRR tahun ini sebesar 100 bps (1%) menjadi 5% pada Oktober kemarin. Secara detail, Young Jun memiliki dua skenario terhadap potensi dampak dari permintaan penurunan tersebut.
Skenario pertama, jika bank BUMN mengejawantahkan dan merealisasikan penurunan suku bunga seperti yang diminta dalam waktu dekat, maka rerata bunga kredit perbankan secara luas akan lebih cepat dibandingkan dengan prediksi.Hasilnya tentu akan berdampak pada penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) tanpa adanya pertumbuhan kredit yang akan menyeimbangkan kinerja, karena ketatnya likuiditas sistem keuangan.
NIM adalah ukuran perbedaan antara bunga pendapatan yang dihasilkan oleh bank dan nilai bunga yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman mereka (misalnya, deposito), relatif terhadap jumlah mereka (bunga produktif) aset.
Penurunan kualitas NIM tersebut diprediski akan mulai terjadi pada awal 2020, dari prediksi awal pada pertengahan tahun depan. Di sisi lain, pertumbuhan kredit akan relatif sama di mana Mirae Asset memprediksi pertumbuhan kredit industri 2020 akan berada pada 9%-11% karena ketatnya likuiditas.Dengan skenario tersebut, tim riset Mirae Asset menilai PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan paling diuntungkan dibanding bank lain dengan penyebab:- Tekanan penurunan suku bunga terhadap bank swasta akan lebih ringan.
- Berdasarkan survei internal Mirae Aset, BCA sudah menurunkan suku bunga kredit pada beberapa segmen dibandingkan dengan pesaingnya.
- BCA masih memiliki ruang penurunan suku bunga penyaluran kredit dengan menurunkan beban pendanaan (credit cost).
Detik-detik Saat Jokowi Minta Bunga Kredit Bank Turun
[Gambas:Video CNBC]
Saat ini, rekomendasi BCA masih ditetapkan pada BUY dengan TP Rp 38.500/saham dan BRI masih disematkan rekomendasi Trading BUY dengan TP Rp 5.100/saham.Jumat kemarin, saham BCA ditutup turun ketika tutup perdagangan sebesar 0,1% menjadi Rp 31.400/saham dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp 766,42 triliun, sedangkan BRI turun 0,25% menjadi Rp 3.990/saham dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp 487,22 triliun.Tim riset Mirae Asset memprediksi pertumbuhan kredit pada 2020 akan tetap moderat, dan beban pendanaan diprediksi akan meningkat (karena implementasi perubahan akuntansi IFRS:9), likuiditas yang ketat, dan perbaikan NIM hanya akan terjadi dalam jangka pendek pada 2020.TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Halaman Selanjutnya >>>>
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Jokowi Minta Bunga Kredit turun, Hal Ini akan Dialami Bank RI"
Post a Comment